Kerja Sama Ketenagakerjaan Pemerintah Indonesia dan Jepang

Kabar baik buat kamu yang ingin merasakan kerja dan mendapatkan gaji yang besar di Jepang. Pasalnya pemerintah Indonesia dan Jepang telah menjalin kerja sama terkait ketenagakerjaan, khususnya penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) dan magang ke Jepang. 

Seperti dilansir dari Suara.com, kedua negara tersebut tengah menjalankan dua program sekaligus, yaitu Program Indonesia - Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker (SSW). Hal ini disampaikan oleh Menaker, Ida Fauziyah saat menerima courtesy call Duta Besar Jepang untuk Indonesia secara virtual pada 24 Maret 2021.

Bahkan kerja sama dalam program IJEPA ini sudah berjalan hampir 13 tahun lamanya. Setidaknya ada sekitar 3.080 pekerja imigran Indonesia yang telah bekerja sebagai perawat dan careworker di Jepang. Bahkan sebanyak 176 orang di antaranya telah berhasil menjadi Registered Nurse dan Certified Careworker di Jepang.

Melalui program Specified Skilled Worker, pemerintah Indonesia ingin berkontribusi untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Apalagi saat ini Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja imigran dari berbagai negara.

Menurut data dari Kementrian Kehakiman Jepang per 31 Desember 2020, jumlah pekerja imigran asal Indonesia yang bekerja sebagai SSW mencapai 1.514 orang. Separuhnya berasal dari imigran SSW asal Vietnam di Jepang.

Padahal pemerintah Indonesia ingin memenuhi target sebesar 20 persen dari kuota SSW, yakni sebanyak 345.000 tenaga kerja dari semua negara. Specified Skilled Worker sendiri telah membuka kesempatan di berbagai sektor kerja, seperti manufaktur, konstruksi bangunan, keperawatan dan penerbangan.

Adapun jumlah peserta magang yang telah mendapatkan visa dan siap berangkat sebanyak 2.287 orang. Menaker juga berharap jika pemerintah Jepang membuka kembali akses masuk bagi pekerja imigran asal Indonesia pada masa pandemi Covid-19. Bahkan pemerintah Indonesia sendiri telah menyusun Standard Operating Procedure (SOP) terkait penyebaran Covid-19.

Beberapa peraturan dalam SOP tersebut di antaranya PMI yang akan bekerja ke luar negeri diwajibkan mengikuti tes PCR, proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan penempatan selama masa new normal.

Kanasugi Kenji sebagai Duta Besar Jepang untuk Indonesia menyambut baik keinginan pemerintah Indonesia dalam peningkatan kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia. Apalagi selama ini pemerintah Jepang menilai baik reputasi tenaga kerja asal Indonesia.

Sumber referensi :

https://www.suara.com/bisnis/2021/03/24/174759/indonesia-dan-jepang-lanjutkan-kerja-sama-ketenagakerjaan?page=all

Lagi! Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia dan Jepang

Kerja Sama Ketenagakerjaan Pemerintah Indonesia dan Jepang

Kabar baik buat kamu yang ingin merasakan kerja dan mendapatkan gaji yang besar di Jepang. Pasalnya pemerintah Indonesia dan Jepang telah menjalin kerja sama terkait ketenagakerjaan, khususnya penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) dan magang ke Jepang. 

Seperti dilansir dari Suara.com, kedua negara tersebut tengah menjalankan dua program sekaligus, yaitu Program Indonesia - Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker (SSW). Hal ini disampaikan oleh Menaker, Ida Fauziyah saat menerima courtesy call Duta Besar Jepang untuk Indonesia secara virtual pada 24 Maret 2021.

Bahkan kerja sama dalam program IJEPA ini sudah berjalan hampir 13 tahun lamanya. Setidaknya ada sekitar 3.080 pekerja imigran Indonesia yang telah bekerja sebagai perawat dan careworker di Jepang. Bahkan sebanyak 176 orang di antaranya telah berhasil menjadi Registered Nurse dan Certified Careworker di Jepang.

Melalui program Specified Skilled Worker, pemerintah Indonesia ingin berkontribusi untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Apalagi saat ini Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja imigran dari berbagai negara.

Menurut data dari Kementrian Kehakiman Jepang per 31 Desember 2020, jumlah pekerja imigran asal Indonesia yang bekerja sebagai SSW mencapai 1.514 orang. Separuhnya berasal dari imigran SSW asal Vietnam di Jepang.

Padahal pemerintah Indonesia ingin memenuhi target sebesar 20 persen dari kuota SSW, yakni sebanyak 345.000 tenaga kerja dari semua negara. Specified Skilled Worker sendiri telah membuka kesempatan di berbagai sektor kerja, seperti manufaktur, konstruksi bangunan, keperawatan dan penerbangan.

Adapun jumlah peserta magang yang telah mendapatkan visa dan siap berangkat sebanyak 2.287 orang. Menaker juga berharap jika pemerintah Jepang membuka kembali akses masuk bagi pekerja imigran asal Indonesia pada masa pandemi Covid-19. Bahkan pemerintah Indonesia sendiri telah menyusun Standard Operating Procedure (SOP) terkait penyebaran Covid-19.

Beberapa peraturan dalam SOP tersebut di antaranya PMI yang akan bekerja ke luar negeri diwajibkan mengikuti tes PCR, proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan penempatan selama masa new normal.

Kanasugi Kenji sebagai Duta Besar Jepang untuk Indonesia menyambut baik keinginan pemerintah Indonesia dalam peningkatan kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia. Apalagi selama ini pemerintah Jepang menilai baik reputasi tenaga kerja asal Indonesia.

Sumber referensi :

https://www.suara.com/bisnis/2021/03/24/174759/indonesia-dan-jepang-lanjutkan-kerja-sama-ketenagakerjaan?page=all

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar